You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
500 Petugas Gabungan Bersihkan Ciliwung
photo Nurito - Beritajakarta.id

1.500 Personel TNI Bersihkan Kali Ciliwung

Sebanyak 1.500 personel TNI dikerahkan untuk membersihkan sampah di Sungai Ciliwung. Ribuan personel ini diterjunkan setiap hari Selasa. Sedangkan setiap harinya ada 300 personel yang disiagakan untuk membersihkan sampah di sungai terbesar dan terpanjang di Jakarta ini.

Kegiatan ini untuk mewujudkan Ciliwung bersih, indah, dan rapi. Diharapkan ke depan Ciliwung makin asri, memiliki rest area atau sarana rekreasi keluarga, tempat pemancingan hingga menjadi eko wisata Ciliwung sebagai alternatif sarana transportasi air di Jakarta

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Letkol Heri Prakoso Ponco Wibowo mengatakan, personel TNI sengaja diperbantukan membersihkan Sungai Ciliwung. Pasalnya, Sungai Ciliwung dipenuhi sampah sisa banjir.

"Kegiatan ini untuk mewujudkan Ciliwung bersih, indah, dan rapi. Diharapkan ke depan Ciliwung makin asri, memiliki rest area atau sarana rekreasi keluarga, tempat pemancingan, hingga menjadi eko wisata Ciliwung sebagai alternatif sarana transportasi air di Jakarta," ujar Letkol Heri Prakoso, Rabu (10/12).

Petugas Gabungan Bersihkan Ciliwung

Dikatakan, aksi bersih-bersih Ciliwung ini dilakukan di bantaran dan badan kali sepanjang 37 kilometer, mulai dari kawasan Cijantung, Jakarta Timur hingga hulu Ciliwung di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye943 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye925 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye844 personBudhi Firmansyah Surapati